Budaya Be’ati sebagai Gaya Hidup Baru dan Dampaknya terhadap Perilaku Sosial Remaja di Gorontalo

Authors

  • Sri Wahyuningsi M Polinggapo State University of Gorontalo image/svg+xml Author
  • Nailah Kholishah Mokoagow State University of Gorontalo image/svg+xml Author
  • Anggun Khairun Nisa Tolinggi Author
  • Aulia Nathaniah Gobel Author
  • Safwa Anafis Putri Monoarfa Author
  • Eka Iriany Rahmania Author

Keywords:

be'ati, budaya be'ati, identitas, perilaku sosial, remaja

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya Beat sebagai transformasi modern dari tradisi beati memengaruhi identitas, proses psikologis, dan perilaku sosial remaja di Gorontalo. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman mengenai adaptasi tradisi lokal di kalangan generasi muda serta implikasinya terhadap perkembangan sosial remaja. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, enam partisipan remaja perempuan terlibat dalam penelitian, terdiri atas tiga remaja yang telah menjalani Beat dan tiga yang belum. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian menghasilkan lima tema utama, yaitu perubahan identitas setelah Beat, pengaruh norma sosial terhadap regulasi diri, tekanan sosial pada remaja yang belum Beat, perbedaan ekspresi diri, serta Beat sebagai identitas budaya. Temuan menunjukkan bahwa Beat tidak hanya berfungsi sebagai lanjutan tradisi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan standar sosial baru yang memengaruhi cara remaja memandang diri dan berinteraksi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi makna Beat berpengaruh signifikan terhadap pembentukan identitas dan dinamika sosial remaja, serta menggarisbawahi pentingnya dialog budaya yang adaptif untuk mendukung pemaknaan tradisi yang lebih sehat.

 

Kata kunci: Beati, budaya be’ati, identitas, perilaku sosial, remaja

 

Abstract

This study aims to understand how Beat culture, as a modern transformation of the traditional beati ritual, influences the identity, psychological processes, and social behavior of adolescents in Gorontalo. The study provides valuable insight into how local traditions are adapted by younger generations and how these adaptations shape their social development. Using a descriptive qualitative approach with purposive sampling, six female adolescents participated in the research, consisting of three who had undergone the Beat ritual and three who had not. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Thematic Analysis. The findings revealed five main themes: identity changes after undergoing Beat, the influence of social norms on self-regulation, social pressure experienced by adolescents who have not undergone Beat, differences in self-expression, and Beat as a cultural identity. The results indicate that Beat functions not only as a continuation of tradition but also as part of a modern lifestyle and emerging social standards that shape how adolescents perceive themselves and interact with others. The study concludes that the transformation of Beat significantly impacts identity formation and social dynamics among adolescents, highlighting the need for adaptive cultural dialogue to support healthier interpretations of tradition.

 

Keywords: Adolescents, beat, beati culture, identity, social behavior

Downloads

Published

2026-01-05