Makna Nongkrong Mahasiswa Lelaki dan Perempuan Gorontalo di Kafe: Ruang Publik dan Interaksi Gender
Keywords:
nongkrong, budaya gorontalo, gender, interaksi sosial, mahasiswaAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna aktivitas nongkrong mahasiswa laki-laki dan perempuan Gorontalo di kafe, serta bagaimana budaya lokal dan peran gender memengaruhi bentuk interaksi sosial di ruang publik. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif fenomenologis, dengan empat partisipan yaitu dua mahasiwa laki-laki dan dua mahasiwa perempuan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo yang aktif melakukan kegiatan nongkrong di kafe. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas nongkrong memiliki makna sosial yang kompleks. Nongkrong dipandang sebagai sarana membangun hubungan sosial, mengurangi stress, dan memperkuat identitas mahasiswa. Budaya Gorontalo berpengaruh dalam membentuk norma kesopanan dan tata krama selama berinteraksi di ruang publik, sementara peran gender terlihat dalam perbedaan ekspresi sosial antara laki-laki dan perempuan. Mahasiswa perempuan lebih berhati-hati dalam menjaga perilaku, sedangkan mahasiwa laki-laki cenderung lebih ekspresif. Namun, ditemukan pula adanya kesadaran terhadap kesetaraan gender dalam interaksi lintas gender yang lebih terbuka dan ruangan pembelajaran sosial bagi mahasiswa dalam memahami nilai, perbedaan, dan identitas diri.
Kata kunci: Nongkrong, Budaya Gorontalo, Gender, Interaksi Sosial, Mahasiswa
Abstract
This study aims to explore the meaning of hanging out among male and female students in Gorontalo cafés, as well as how local culture and gender roles shape social interactions in public spaces. The research employed a qualitative phenomenological approach, involving four participants which are two male and two female psychology freshmen from Faculty of Education, State University of Gorontalo who frequently engage in café hang out activities. Data were collected through semi-structured interviews and field observations, and analyzed thematically. The findings reveal that hanging out carries a complex social meaning. It serves as a medium for building social relationships, reducing stress, and strengthening students’ sense of identity. Gorontalo culture influences behavioral norms, emphasizing politeness and respecting public interactions, while gender roles manifest through different social expressions and between men and women. Female students tend to be more cautious and reserved, whereas male students are generally more expressive. Nevertheless, their emerging awareness of gender equality within mixed-gender interactions that are increasingly open and respectful. Overall, hanging out in cafés functions as a site of cultural negotiation and social learning, where students reflect values, differences, and their sense of self.
Keywords: Hanging out, Gorontalo Culture, Gender, Social Interaction, University Students
