Persepsi Masyarakat terhadap Integrasi Pengobatan Modern dan Tradisional sebagai Bentuk Adaptasi Budaya dalam Menjaga Kesehatan
Keywords:
Psikologi, Lintas Budaya, Pengobatan modern, Pengobatan tradisional, BudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan memahami persepsi masyarakat Indonesia terhadap integrasi pengobatan modern dan tradisional dalam konteks psikologi lintas budaya. Kesehatan dipandang sebagai kondisi holistik yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual, sehingga praktik kesehatan sangat dipengaruhi oleh nilai budaya, kepercayaan, dan pengalaman sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap enam partisipan berusia 18–22 tahun yang pernah menggunakan kedua jenis pengobatan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola makna dalam cara partisipan memaknai kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: (1) kesehatan dipahami sebagai keseimbangan tubuh dan jiwa dalam konteks budaya; (2) stigma terhadap kesehatan mental masih kuat karena pengaruh norma kolektivistik dan nilai religius; (3) strategi coping melibatkan kombinasi praktik spiritual, dukungan sosial, dan pengobatan medis; dan (4) integrasi pengobatan modern dan tradisional muncul sebagai bentuk adaptasi budaya terhadap modernitas. Temuan ini selaras dengan Health Belief Model dan teori Cultural Adaptation yang menekankan pengaruh nilai budaya terhadap perilaku kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa perilaku kesehatan masyarakat Indonesia terbentuk dari interaksi antara kemajuan ilmu medis dengan nilai budaya yang menekankan harmoni, spiritualitas, dan kebersamaan. Integrasi dua sistem pengobatan mencerminkan proses adaptasi budaya yang dinamis dalam memahami kesehatan.
