Pelestarian Nilai Kebersamaan Tradisi Tumbilotohe melalui Media Poster Digital dalam Perspektif Psikologi Indigenous Masyarakat Gorontalo
Keywords:
Tumbilotohe, Psikologi Indigenous, Poster Digital, Pelestarian Budaya, Media SosialAbstract
Tradisi Tumbilotohe merupakan ritual malam pasang lampu yang dilaksanakan pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan di Provinsi Gorontalo dan mengandung nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan identitas budaya yang mendalam. Di tengah ancaman modernisasi, nilai-nilai asli tradisi ini mulai mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kebersamaan dalam tradisi Tumbilotohe melalui perspektif psikologi indigenous serta mengevaluasi efektivitas media poster digital sebagai sarana pelestarian budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Partisipan berjumlah 11 pengguna media sosial yang memberikan evaluasi terhadap poster digital melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian berada pada kategori sangat baik, meliputi kemenarikan desain (mean = 4,73), kekayaan informasi (mean = 4,55), dan kemudahan pemahaman (mean = 4,36). Temuan ini mengindikasikan bahwa media poster digital yang dipublikasikan melalui Instagram efektif sebagai sarana edukasi budaya yang mampu mengkomunikasikan nilai-nilai tradisi Tumbilotohe kepada generasi muda. Dalam perspektif psikologi indigenous, tradisi Tumbilotohe merupakan ekspresi identitas budaya kolektif, solidaritas sosial, dan spiritualitas masyarakat Gorontalo yang perlu dilestarikan melalui pendekatan adaptif berbasis teknologi digital.
